MAKALAH
Psikologi Pendidikan
“PERANAN BAKAT DALAM PROSES BELAJAR”
Dosen :
Dra. Solfema,M.pd.
Oleh Kelompok 3 :
1.
Afdi
Pratama
2.
Rezkira
Fajriani
3.
Oki
Desprian Sardi
4.
Syafmi
Algifari Abda u
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Psikologi
merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai masalah
kejiwaan manusia. Dalam dunia pendidikan, ilmu psikologi ini digunakan untuk
membantu mengenali jiwa anak didik dari tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan
psikomotor. Hubungan psikologi dengan pendidikan dan pembelajaran sangat erat
sekali, karena dengan mempelajari ilmu kejiwaan seorang guru dapat memberikan
pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik. Artinya,
psikologi digunakan sebagai pedoman dalam memberikan materi pendidikan dan
pembelajaran.Sehingga yang menjadi tujuan dalam pendidikan dan pembelajaran
akan mudah tercapai.
Untuk mencapai tujuan
pendidikan yang sebenarnya tentu diperlukan partisipasi dari sang pelaku
pembelajaran, yaitu siswa dan guru pun harus mampu melihat bagaimana respon
siswa terhadap pembelajaran.Serta guru
harus mampu melihat dan mengenali bakat-bakat yang terdapat pada
siswanya.Karena bakat juga berperan dalam proses pembelajaran. Bakat atau
aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam
sesuatu bidang atau kemampuan tertentu.Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan
bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau
dilatih.Sedangkan kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai
hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan
dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan
agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat
bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang
secara bertingkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk
berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui
dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Untuk itulah diperlukan kemampuan seorang guru untuk mengenali bakat-bakat yang
terdapat pada peserta didiknya.Agar peserta didiknya dapat diarahkan ke bidang
studi yang sesuai dengan bakatnya masing-masing,sehingga proses pembelajaran
dapat dilaksanakan dengan baik.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
itu Bakat
2. Apa
saja jenis-jenis bakat yang ada dalam diri peserta didik
3. Apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat
4. Apa
Saja Usaha Guru untuk mengenali dan mengembangkan b akat
C.
TUJUAN
PENULISAN
Makalah
ini di tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
PERANAN
BAKAT DALAM
PROSES
BELAJAR
A.
Pengertian Bakat
Bakat atau aptitude merupakan
kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang
atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang
yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam
sejarah, dan sebagainya.
Bakat dapat diartikan sebagi
kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau
dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan
sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu
tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan
pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat bukanlah merupakan sifat
tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat membentuk
bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau
dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan
mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Banyak para ahli mengemukakan
tentang definisi bakat. Diantaranya adalah menurut W.
B Michael bakat merupakan suatu kapasitas atau potensi yang belum dipengaruhi
oleh pengalaman atau belajar, bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai
sesuatu pola tingkah laku dalam aspek kehidupan tertentu.
Guillford memberikan definisi sedikit
berbeda, menurutnya bakat banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas
individu. Ada tiga komponen dari bakat menurut Guillford, yaitu komponen:
Intelektual, perseptual dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri
atas beberapa aspek, yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi. Komponen
perseptual juga meliputi beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian,
ketajaman indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan dan kecepatan
mempersepsi. Komponen psikomotor terdiri atas aspek-aspek
rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak dan
kelenturan.
Ahli-ahli lain yang mengemukakan
pengertian bakat diantaranya yaitu:
· S.C. Utami Munandar (1985)
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai
kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar
dapat terwujud.
· Kartini Kartono (1979)
Bakat mencakup segala faktor yang ada pada individu
sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan perkembangan
keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat bersifat laten
potensial (dalam arti dapat mekar berkembang).
· Suganda Pubakawatja (1982)
Bakat sebagai benih dari suatu sifat, yang baru akan
nampak nyata, jika mendapat
kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang.
· William B.Michael
Bakat adalah kemampuan individu melakukan tugas, sedikit
atau tidak tergantung pada
latihan sebelumnya.
· Bingham
Bakat adalah kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang
dianggap sebagai tanda kemampuan
individu untuk menerima latihan (respon).
B. Jenis-jenis Bakat
Menurut Rahayu (2), ada dua jenis bakat, yaitu
diantaranya:
1. Bakat umum,
merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya
setiap orang memiliki.
2. Bakat khusus,
merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang
memiliki misalnya bakat seni, memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini
terbagi lagi menjadi beberapa macam, diantaranya:
· Bakat Verbal, yaitu bakat tentang konsep-konsep yang
diungkapkan dalam bentuk kata-
kata.
· Bakat Numerikal, yaitu bakat tentang konsep-konsep
dalam bentuk angka.
· Bakat bahasa (linguistik), yaitu bakat tentang
penalaran analitis bahasa (ahli sastra)
misalnya
untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain-
lainnya.
· Bakat kecepatan, ketelitian, klerikal, yaitu bakat
tentang tugas tulis menulis, ramu-
meramu
untuk laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
· Bakat Relasi Ruang (spasial), yaitu bakat untuk
mengamati, menceritakan pola dua
dimensi
atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail
visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan
begitu hidup, melukis atau membuat
sketsa
ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga
dimensi.
· Bakat Mekanik, yaitu bakat tentang prinsip-prinsip
umum IPA, tata kerja mesin,
perkakas
dan alat-alat lainnya.
· Bakat Abstrak, yaitu bakat yang bukan kata maupun
angka tetapi berbentuk pola,
rancangan,
diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
· Bakat Skolastik, yaitu kombinasi kata-kata (logika)
dan angka-angka. (Termasuk
didalamnya
kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-
akibat,
menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik,
pandangan hidupnya umumnya bersifat
rasional).
Berdasarkan cara berfungsinya, bakat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu:
1. Bakat yang berhubungan dengan kemampuan atau kemahiran
di bidang pekerjaan
tertentu, seperti bakat musik.
2. Bakat khusus tertentu yang diperlukan sebagai
perantara untuk mewujudkan kemampuan
tertentu. Misalnya bakat melihat ruang
(dimensi) diperlukan untuk mewujudkan bakat insinyur.
Bakat juga digolongkan menurut fungsi dan aspek-aspek
yang terlibat dan yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, yaitu:
1. Bakat psikofisik
Bakat psikofisik adalah kemampuan yang berakar pada
jasmaniah sebagai dasar bakat
tersebut. Seperti kemampuan motorik, ketangkasan,
kekuatan badan, kelincahan jasmani,
keterampilan jari, dan anggota tubuh lainnya.
2. Bakat kejiwaan yang bersifat umum
Bakat kejiwaan yang bersifat umum adalah kemampuan
ingatan daya khayal atau
imajinasi dan inteligensi.
3. Bakat kejiwaan yang khas dan majemuk
Bakat kejiwaan yang khas adalah
bakat yang terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat
melukis, bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain. Sedangkan bakat
majemuk seperti bakat hukum, bakat pendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran,
bakat ekonomi, bakat politik, dan lain sebagainya.
4. Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan
kemauan
Bakat yang berdasarkan alam
perasaan dan kemauan adalah bakat yang berhubungan dengan watak, seperti
kemampuan bersosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan dan menghayati
perasaan orang lain, dan sebagainya.
1. Faktor internal.
· Minat, minat merupakan motif asli yang muncul dari
dalam diri individu itu sendiri.
· Motif Berprestasi, anak-anak yang mumpunyai keinginan
yang kuat menjadi seseorang
yang berprestasi maka dengan dorongan dan latihan maka
anak tersebut dapat mengoptimalkan
bakat yang dia miliki. Sebaliknya meskipun anak tersebut mendapat dukungan dan latihan
tanpa ada motif berprestasi maka pengembangan bakat yang ia miliki tidak akan
maksimal.
· Keberanian mengambil resiko, resiko adalah hal yang
biasa dalam menjalankan suatau
hal. Resiko bentuknya bermacam-macam. Contoh kita punya
bakat dalam hal bela diri tapi kita
takut mengambil resiko seperti patah tangan, bibir sobek kena pukul, dan
sebagainya maka tidak akan pernah mungkin kita bisa jadi pesilat atau petarung
yang baik.
· Keuletan menghadapi tantangan, Ulet artinya pantang menyerah
dan tidak takut gagal
. Seseorang yang bisa menganggap bahawa kegagalan itu
adalah hal yang biasa maka ia
akan punya
jiewa yang kuat untuk menghadapi segala masalah yang akan muncul.
· Pengaruh unsur
genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak
sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan
masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak
kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta
atletis.
2. Faktor eksternal
· Latihan: Bakat adalah
sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak
memerlukan
latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
·
Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri tidak
semua orang didunia ini
bisa punya kesempatan untuk mengembangkan
diri. Jika kita mau meleihat
sebenarnya banyak sekali anak-anak
disekeliling kita yang berbakat dalam suatu
hal, mereka juga memiliki minat dan motifasi
yang kuat tapi tetap saja tidak jadi
apa-apa.
Salah satu hal yang menyebabkan itu terjadi karena tidak ada kesempatan
atau
tidak pernah mereka diberi kesempatan untuk mencoba.
·
Sarana dan Prasarana
· Dukungan dan dorongan
dari keluarga.
· Lingkungan tempat
tinggal
· Pola asuh orang tua
Beberapa
hal yang perlu dilakukan orang tua, guru atau lingkungan terdekat anak
untuk mengambangkan
bakat dan minat adalah:
1. sejak usia dini cernati berbagai kelebihan,
ketrampilan dan kemampuan yang tampak
menonjol pada
anak.
2. bantu anak dalam
meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
3. Kembangkan konsep
diri positif pada anak.
4. Perkaya anak dengan
berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai
bidang.
5. Usahakan berbagai
cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni
bidang-bidang yang menjadi
kelebihannya.
6. Tingkatkan motivasi
anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
7. Stimulasi anak untuk
meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
8. Berikan penghargaan
dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
9. Sediakan fasilitas
atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
10. Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan
hambatan dalam
mengembangkan
bakatnya.
11. Jalin hubungan baik antara orang tua, guru, dengan
anak atau remaja.
BAB III
A. KESIMPULAN
Bakat bukanlah merupakan
sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat
membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau
dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap
merupakan kemampuan yang latent.
Bakat dapat diartikan sebagi kemampuan bawaan yang
merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah
daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.
Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang,
sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat
dilakukan di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Drs. Soemanto, wasty, 1998. Psikologi pendidikan. Jakarta :
Renika Cipta
2.
Prof. Dr.Muhammad, Ali.2006. pikologi Perkembangan
peserta Didik. Bandung : Bumi Aksara
3.
Sholeh, Munawar Dkk (Dkk) (2005). Psikologi Perkembangan.
Jakarta: PT. Renika Cipta


0 komentar:
Posting Komentar