Pages

Rabu, 01 April 2015



MAKALAH
Psikologi Pendidikan
“PERANAN BAKAT DALAM PROSES BELAJAR”


Description: Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqsDid19s67wODSD9LccdsGH2mdJJ3lEWQCIRXnXxVAcAEg2MsJC3WxmYJBzNgPJBxJ77cfuv8uMbyRY9VbZyaoRREU00lO9OyMczz2ARsUSX4bIPWOFDL_QO3-UuuaL57FhB1LwcSubKi/s1600/unp.jpg

Hasil gambar untuk unp




Dosen :
Dra. Solfema,M.pd.

Oleh Kelompok 3 :
1.      Afdi Pratama
2.      Rezkira Fajriani
3.      Oki Desprian Sardi
4.      Syafmi Algifari Abda u



UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015







BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
                                Psikologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai masalah kejiwaan manusia. Dalam dunia pendidikan, ilmu psikologi ini digunakan untuk membantu mengenali jiwa anak didik dari tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Hubungan psikologi dengan pendidikan dan pembelajaran sangat erat sekali, karena dengan mempelajari ilmu kejiwaan seorang guru dapat memberikan pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik. Artinya, psikologi digunakan sebagai pedoman dalam memberikan materi pendidikan dan pembelajaran.Sehingga yang menjadi tujuan dalam pendidikan dan pembelajaran akan mudah tercapai.
                        Untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya tentu diperlukan partisipasi dari sang pelaku pembelajaran, yaitu siswa dan guru pun harus mampu melihat bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran.Serta  guru harus mampu melihat dan mengenali bakat-bakat yang terdapat pada siswanya.Karena bakat juga berperan dalam proses pembelajaran. Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang atau kemampuan tertentu.Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.Sedangkan kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent. Untuk itulah diperlukan kemampuan seorang guru untuk mengenali bakat-bakat yang terdapat pada peserta didiknya.Agar peserta didiknya dapat diarahkan ke bidang studi yang sesuai dengan bakatnya masing-masing,sehingga proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu Bakat
2.      Apa saja jenis-jenis bakat yang ada dalam diri peserta didik
3.      Apa saja  faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat
4.      Apa Saja Usaha Guru untuk mengenali dan mengembangkan b akat

C.    TUJUAN PENULISAN

Makalah ini di tulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan




















BAB II
PEMBAHASAN

PERANAN BAKAT DALAM
PROSES BELAJAR
       A.    Pengertian Bakat

Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam sejarah, dan sebagainya.
Bakat dapat diartikan sebagi kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi bakat. Diantaranya adalah menurut     W. B Michael bakat merupakan suatu kapasitas atau potensi yang belum dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar, bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai sesuatu pola tingkah laku dalam aspek kehidupan tertentu.
Guillford memberikan definisi sedikit berbeda, menurutnya bakat banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas individu. Ada tiga komponen dari bakat menurut Guillford, yaitu komponen: Intelektual, perseptual dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri atas beberapa aspek, yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi. Komponen perseptual juga meliputi beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian, ketajaman indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan dan kecepatan mempersepsi. Komponen psikomotor terdiri atas aspek-aspek rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak dan kelenturan.


Ahli-ahli lain yang mengemukakan pengertian bakat diantaranya yaitu:
 ·         S.C. Utami Munandar (1985)
Bakat (aptitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud.
·         Kartini Kartono (1979)
Bakat mencakup segala faktor yang ada pada individu sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat bersifat laten potensial (dalam arti dapat mekar berkembang).
·         Suganda Pubakawatja (1982)
Bakat sebagai benih dari suatu sifat, yang baru akan nampak nyata, jika mendapat
kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang.
·         William B.Michael
Bakat adalah kemampuan individu melakukan tugas, sedikit atau tidak tergantung pada
latihan sebelumnya.
·         Bingham
Bakat adalah kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan
individu untuk menerima latihan (respon).

B.     Jenis-jenis Bakat

Menurut Rahayu (2), ada dua jenis bakat, yaitu diantaranya:
1.      Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
2.      Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, memimpin, berceramah, olahraga. Bakat khusus ini terbagi lagi menjadi beberapa macam, diantaranya:
·         Bakat Verbal, yaitu bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-
       kata.
·         Bakat Numerikal, yaitu bakat tentang konsep-konsep dalam bentuk angka.
·         Bakat bahasa (linguistik), yaitu bakat tentang penalaran analitis bahasa (ahli sastra)
       misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga dan lain-
       lainnya.
·         Bakat kecepatan, ketelitian, klerikal, yaitu bakat tentang tugas tulis menulis, ramu-
       meramu untuk laboratorium, kantor dan dalam kerohanian.
·         Bakat Relasi Ruang (spasial), yaitu bakat untuk mengamati, menceritakan pola dua
       dimensi atau berpikir dalam 3 dimensi. Mempunyai kepekaan yang tajam terhadap detail
       visual dan dapat menggambarkan sesuatu dengan begitu hidup, melukis atau membuat
       sketsa ide secara jelas, serta dengan mudah menyesuaikan orientasi dalam ruang tiga
       dimensi.
·         Bakat Mekanik, yaitu bakat tentang prinsip-prinsip umum IPA, tata kerja mesin,
       perkakas dan alat-alat lainnya.
·         Bakat Abstrak, yaitu bakat yang bukan kata maupun angka tetapi berbentuk pola,
       rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk dan posisi-posisinya.
·         Bakat Skolastik, yaitu kombinasi kata-kata (logika) dan angka-angka. (Termasuk
       didalamnya kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-
       akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik,
       pandangan hidupnya umumnya bersifat rasional).

Berdasarkan cara berfungsinya, bakat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.       Bakat yang berhubungan dengan kemampuan atau kemahiran di bidang pekerjaan
tertentu, seperti bakat musik.
2.       Bakat khusus tertentu yang diperlukan sebagai perantara untuk mewujudkan kemampuan
 tertentu. Misalnya bakat melihat ruang (dimensi) diperlukan untuk mewujudkan bakat insinyur.


Bakat juga digolongkan menurut fungsi dan aspek-aspek yang terlibat dan yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, yaitu:
1.      Bakat psikofisik
Bakat psikofisik adalah kemampuan yang berakar pada jasmaniah sebagai dasar bakat
tersebut. Seperti kemampuan motorik, ketangkasan, kekuatan badan, kelincahan jasmani,
keterampilan jari, dan anggota tubuh lainnya.

2.      Bakat kejiwaan yang bersifat umum
Bakat kejiwaan yang bersifat umum adalah kemampuan ingatan daya khayal atau  
imajinasi dan inteligensi.
3.      Bakat kejiwaan yang khas dan majemuk
Bakat kejiwaan yang khas adalah bakat yang terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis, bakat musik, bakat seni, bakat ilmu, dan lain-lain. Sedangkan bakat majemuk seperti bakat hukum, bakat pendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran, bakat ekonomi, bakat politik, dan lain sebagainya.

4.      Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan
Bakat yang berdasarkan alam perasaan dan kemauan adalah bakat yang berhubungan dengan watak, seperti kemampuan bersosial, kemampuan mengasihi, kemampuan merasakan dan menghayati perasaan orang lain, dan sebagainya.

C.    Faktor-faktor yang Mempengarui Perkembangan Bakat

1.    Faktor internal.
·         Minat, minat merupakan motif asli yang muncul dari dalam diri individu itu sendiri.
·         Motif Berprestasi, anak-anak yang mumpunyai keinginan yang kuat menjadi seseorang
yang berprestasi maka dengan dorongan dan latihan maka anak tersebut dapat      mengoptimalkan bakat yang dia miliki. Sebaliknya meskipun anak tersebut mendapat dukungan dan latihan tanpa ada motif berprestasi maka pengembangan bakat yang ia miliki tidak akan maksimal.
·         Keberanian mengambil resiko, resiko adalah hal yang biasa dalam menjalankan suatau
hal. Resiko bentuknya bermacam-macam. Contoh kita punya bakat dalam hal bela diri  tapi kita takut mengambil resiko seperti patah tangan, bibir sobek kena pukul, dan sebagainya maka tidak akan pernah mungkin kita bisa jadi pesilat atau petarung yang baik.
·         Keuletan menghadapi tantangan, Ulet artinya pantang menyerah dan tidak takut gagal
. Seseorang yang bisa menganggap bahawa kegagalan itu adalah hal yang biasa maka ia
  akan punya jiewa yang kuat untuk menghadapi segala masalah yang akan muncul.

·         Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak
sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta atletis.

2.    Faktor eksternal

·         Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak
       memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
·          Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri tidak semua orang didunia ini
     bisa punya kesempatan untuk mengembangkan diri. Jika kita mau meleihat
     sebenarnya banyak sekali anak-anak disekeliling kita yang berbakat dalam suatu
     hal, mereka juga memiliki minat dan motifasi yang kuat tapi tetap saja tidak jadi
    apa-apa. Salah satu hal yang menyebabkan itu terjadi karena tidak ada kesempatan
    atau tidak pernah mereka diberi kesempatan untuk mencoba.
·         Sarana dan Prasarana
·         Dukungan dan dorongan dari keluarga.
·         Lingkungan tempat tinggal
·         Pola asuh orang tua

D.    Usaha Guru Untuk Mengenali dan Mengembangkan Bakat
             Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru atau lingkungan terdekat anak
untuk   mengambangkan bakat dan minat adalah:
             1.      sejak usia dini cernati berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak
 menonjol pada anak.
    2.      bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
    3.      Kembangkan konsep diri positif pada anak.
    4.      Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai
          bidang.
    5.      Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni
          bidang-bidang yang menjadi kelebihannya.
      6.      Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
      7.      Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
      8.      Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
      9.      Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
     10.  Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam
          mengembangkan bakatnya.
    11.  Jalin hubungan baik antara orang tua, guru, dengan anak atau remaja.





















BAB III

    A.    KESIMPULAN

Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertimgkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.
Bakat dapat diartikan sebagi kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.











DAFTAR PUSTAKA

     1.     Drs. Soemanto, wasty, 1998. Psikologi pendidikan. Jakarta : Renika Cipta
    2.     Prof. Dr.Muhammad, Ali.2006. pikologi Perkembangan peserta  Didik. Bandung : Bumi Aksara
    3.     Sholeh, Munawar Dkk (Dkk) (2005). Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Renika Cipta

0 komentar:

Posting Komentar

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Links

Blogroll

Blogger templates

Blogger news

Comments

Featured Post 4

Sponsors

Notice

Text

Powered By Blogger

Translate

Followers