PERANAN
INTELEGENSI
DALAM
BELAJAR
A.
Konsep
Intelegensi/ Kecerdasan
1. Pengertian Intelegensi Secara
Etimologis
Intelegensi
berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa Latin
yaitu “Intellectus dan Intelligentia atau Intellegere”. Teori tentang
intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada
tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu
kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan
sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”, sedangkan
penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal dari kata Latin, yang
berarti memahami. Jadi intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang
merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami sesuatu.
2. Definisi Intelegensi Menurut Para
Ahli
a. Alfred Binet (1857-1911) &
Theodore Simon
Inteligensi terdiri dari tiga
komponen, yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan, kemampuan
untuk mengubah arah tindakan bila tindakan itu telah dilaksanakan, dan
kemampuan untuk mengritik diri sendiri (autocriticism).
b. Lewis Madison Terman (1916)
Mendefinisikan intelegensi sebagai
kemampuan seseorang untuk berpikir secara abstrak.
c. H. H. Goddard (1946)
Mendefinisikan intelegensi sebagai
tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang.
d. V.A.C. Henmon
Mengatakan bahwa intelegensi terdiri
atas dua faktor, yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengetahuan
yang telah diperoleh.
e. Baldwin(1901)
Mendefinisikan intelegensi sebagai
daya atau kemampuan untuk memahami.
f. Edward Lee Thorndike (1913)
Mendefinisikan intelegensi sebagai
kemampuan dalam memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran atau
fakta.
g. Walters dan Gardber (1986)
Mendefinisikan intelegensi sebagai
suatu kemampuan atau serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu
memecahkan masalah, atau produk sebagai konsekuensi eksistensi suatu budaya
tertentu.
B.
Klasifikasi
IQ
Dalam proses
pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan peran Intelectual Question (IQ), namun
persoalannya justru karena seringkali IQ hanya digunakan sebagai peran tunggal
dalam sekolah. IQ hanya digunakan dalam proses penyeleksian masuk siswa baru
atau sebagai bantuan untuk satu program tertentu yang seringkali tidak
bersentuhan dengan kebijakan-kebijakan sekolah lainnya. Disinilah porsi IQ yang
kurang berfungsi dalam memberikan kontribusi pendidikan. Peran IQ yang
semestinya dalam proses pendidikan adalah:
1.
Membantu penyeleksian siswa yang
diharapkan oleh suatu lembaga pendidikan.
2.
Membantu pengklasifikasian siswa
agar memudahkan guru mengontrol keragaman siswa dalam satu kelas, dan tujuannya
dapat mengatur kompetisi belajar, tutoring peer education dsb.
3.
Membantu guru memberikan porsi tugas
tambahan sesuai tingkat kesulitan yang berbeda antara IQ rata-rata dan tinggi.
4.
Membantu guru dalam menentukan
metode belajar yang tepat bagi siswa.
5.
Membantu guru memahami setiap
perilaku siswa dan memberikan intervensi yang tepat sesuai potensi yang
sebenarnya ada pada diri mereka. Misal anak slowlearner (lamban belajar)
sehingga ia sering tertinggal pelajaran, tidak naik kelas dan terkadang
berkompensasi yang salah dengan melakukan perilaku nakal di kelas yang mereka
anggap kelebihan mereka, bagi seorang guru yang tahu peran IQ maka yang akan
dilakukannya adalah terus melibatkan siswa ini dalam kegiatan belajarnya dan
tidak membuatnya semakin terjauhkan dari teman-teman sejajarnya.
6.
Membantu sekolah membuat kebijakan
terkait kegiatan-kegiatan ekstra apa yang sesuai dengan siswa-siswanya.
7.
Membantu guru untk memberi pemahaman
pada siswa gaya belajar mana yang sesuai dengan diri mereka.
Hal-hal
inilah yang seharusnya dilakukan sesuai Intelectual Question (IQ) yang
dimiliki siswa, sehingga segala upaya sekolah yang dilakukan justru semakin
mendekatkan siswa untuk mengenal diri mereka sendiri bukan sebaliknya
menjauhkan siswa untuk tidak mengenal diri mereka.
Salah satu
konsep intelligensi yang dipaparkan oleh para ahli menyatakan bahwa
keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersumber
dari dalam diri siswa (intern) maupun dari luar diri siswa (ekstern).
|
Internal
|
Fisik
|
Panca indera, kondisi fisik umum
|
|
Psikologis
|
Var. Non kognitif : minat,
motivasi, kepribadian
|
|
|
Kemampuan kognitif : bakat, IQ
|
||
|
Eksternal
|
Fisik
|
Kondisi tempat belajar, fasilitas,
lingkungan
|
|
Sosial
|
Dukungan Sosial, budaya
|
Melalui
konsep ini juga dapat dilihat bahwa IQ hanya merupakan salah satu faktor untuk
mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar sehingga bukan berarti
segala-galanya dalam menentukan keberhasilan siswa tapi harus ditempatkan
secara proporsional guna menunjang proses belajar yang optimal bagi siswa.
Wechsler salah seorang ahli yang
memperkenalkan klasifikasi inteligensi (IQ) manusia dalam rentangan skala yang dimulai dari 0 (nol) sampai
dengan 200, di mana bilangan 100 merupakan
titik tengah dinyatakan untuk kelompok average (rata-rata). Menurutnya kalau semua orang di dunia diukur inteIigensinya, maka akan
terdapat orang-orang yang sangat pandai sama
banyaknya dengan orang-orang yang sangat bodoh. Bila test inteligensi yang telah dibakukan dipakai, maka
ternyata separuh dari jumlah anggota masyarakat (populasi) termasuk antara
IQ 90 - 100. Sekitar 2/3
dari kelompok dengan IQ antara 85 dan 115. Diperkirakan ada
sekitar 95 % mempunyai IQ antara 130 dan 70.
Perhatikan tabel berikut ini:
|
Diatas 140
|
Genius
|
|
130 – 140
|
Sangat Superior (Gifted)
|
|
120 – 130
|
Superior (Rapid Learniing)
|
|
110 – 120
|
Cerdas ( diatas rata-rata)
|
|
90 – 110
|
Normal (Average)
|
|
80 – 90
|
Dull Normal (kurang Cerdas)
|
|
70 – 80
|
Borderline (Slow Learning)
|
|
50 – 70
|
Debil (Educable)
|
|
25 – 50
|
Imbisil (Trainable)
|
|
Di bawah 25
|
Idiot (Dependent)
|
Berdasarkan klasifikasi
inteligensi di atas tadi kita dapat mengetahui inteligensi (IQ) seseorang
dengan melalui tes, yang disebut dengan tes inteligensi. Tes inteligensi ini
banyak jenisnya yang dikembangkan oleh
para ahli psikologi. Di antaranya, Wechsler
mengembangkan tes inteligensi individual seperti:
1.
Wechsler
Bellevue Intelligence Scale (WIBS)
2.
Wechsler
Intelligence Scale For Children (WISC)
3.
Wechsler Adult
Intelligence Scale (WAIS)
4.
Wechsler
Preschool And Primary Scale Of Intelligence (WPPSI)
Rumus kecerdasan umum, atau IQ yang ditetapkan
oleh para ilmuwan adalah:
|
Usia Mental Anak
|
x 100 = IQ
|
|
Usia Sesungguhnya
|
Contoh: Misalnya anak pada usia 3
tahun telah punya kecerdasan anak-anak yang rata-rata baru bisa berbicara
seperti itu pada usia 4 tahun. Inilah yang disebut dengan Usia Mental. Berarti
IQ si anak adalah 4/3 x 100 = 133.
C.
Konsep Multiple
Intelligences (Kemajemukan Intelegensi)
Teori
tentang multiple intelligences
ini berdasarkan pakar psikologi Harvard Howard Gardner. Gardner mengemukakan
bahwa pandangan klasik percaya bahwa intelegensi merupakan kapasitas kesatuan
dari penalaran logis, dimana kemampuan abstraksi sangat bernilai. Pandangan ini
berdasar pada teori general ”g” intelligence dari Spearman yang menganggap inteligensi
sebagai kekuatan mental yang timbul
selama aktifitas intelektual dan dapat digambarkan dalam berbagai tingkatan.
Sama dengan Thurstone dan beberapa ahli psikometri lain Gardner melihat bahwa
inteligensi merupakan meliputi beberapa kemampuan mental. Namun demikian
psikolog Universitas Harvard tersebut tidak terlalu peduli dengan bagaimana
menjelaskan dan menuangkannya dalam skor tes psikometri yang bersifat lintas
budaya.
Inteligensi,
menurut Gardner, merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam situasi
budaya atau komunitas tertentu, yang terdiri dari tujuh macam inteligensi.
Meskipun demikian, Gardner menyatakan bahwa jumlah tersebut bisa lebih atau
kurang, tapi jelas bukan hanya satu kapasitas metal. Pertanyaan tentang kenapa
individu memilih berada dalan peran-peran yang berbeda (ahli fisika,petani,
penari), memerlukan kerja berbagai kecerdasan sebagai suatu kombinasi, dalam
penjelasannya.
Kecerdasan
menurutnya, merupakan kemampuan untuk menangkap situasi baru serta kemampuan
untuk belajar dari pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pada
konteks, tugas serta tuntutan yang diajukan oleh kehidupan kita, dan bukan
tergantung pada nilai IQ, gelar perguruan tinggi atau reputasi bergengsi.
Teori
Gardner berdasar pada sintesa berbagai macam bukti dari sumber-sumber yang
berbeda:
1.
Studi terhadap orang normal yang
mengalami kerusakan otak karena trauma atau stroke, yang mendukung pendapat
tentang inteligensi terpisah yang mengatur pemikiran spasial dan bahasa.
2.
Dukungan profil intelektual dari
populasi-populasi khusus, seperti prodigies dan idiot savants, yang
mengindikasikan bahwa inteligensi merupakan kemampuan-kemampuan yang terpisah.
3.
Bukti dari mekanisme pemprosesan
informasi.
4.
Dukungan dari psikologi eksperimental
dan psikologi kognitif.
5.
Penemuan-penemuan psikometris.
6.
Arah perkembangan karakteristik dari
manifestasi umum dan mendasar, menuju kondisi akhir berupa keahlian yang
memungkinkan.
7.
Penemuan dalam bidang biologi
evolusioner.
8.
Dukungan dari konsep-konsep yang ada
pada sistem simbol.
Gardner
menekankan dalam jenis inteligensinya bahwa inteligensi hanya merupakan
konstrak ilmiah yang secara potensial berguna. Multiple intelligences menurut Gardner, meliputi:
1. Kecerdasan Spasial
Kecerdasan merupakan kecerdasan
seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial,
mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa
stimulus fisik yang asli. Kecerdasan ini tidak tergantung sensasi visual.
Kemampuan pokoknya adalah kemampuan untuk membentuk gambaran tiga dimensi dan
untuk menggerakkan atau memutar gambaran tersebut. Individu yang dominan
memiliki kecerdasan tersebut cenderung berpikir dalam pola-pola yang berbentuk
gambar. Mereka sangat menyukai bentuk-bentuk peta, bagan, gambar, video ataupun
film sebagai media yang efektif dalam berbagai kegiatan hidup sehari-hari.
2. Kecerdasan Bahasa
Kecerdasan merupakan kecerdasan
individu dengan dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa. Meliputi mekanisme
yang berkaitan dengan fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Mereka yang
memiliki kecerdasan tersebut, mempunyai kecakapan tinggi dalam merespon dan
belajar dengan suara dan makna dari bahasa yang digunakan. Pada umumnya
merupakan ahli yang berbicara di depan public. Mereka lebih bisa berpikir dalam
bentuk kata-kata daripada gambar. Kecerdasan ini merupakan aset berharga bagi
jurnalis, pengacara, pencipta iklan.
3. Kecerdasan Logis
Matematis
Kecerdasan tersebut mendasarkan diri
pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis. Pola
pikir yang berkembang melalui kecerdasan ini adalah kemampuan konseptual dalam
kerangka logika dan angka yang digunakan untuk membuat hubungan antara berbagai
informasi, secara bermakna. Kecerdasan ini diperlukan oleh ahli matematika, pemrogram
komputer, analis keuangan, akuntan, insinyur danilmuwan.
4. Kecerdasan Jasmani
Kinestetik
Kemampuan untuk mengendalikan
gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata
dari kecerdasan tersebut. Individu akan cenderung mengekspresikan diri melalui
gerak-gerakan tubuh, memiliki keseimbangan yang baik dan mampu melakukan
berbagai maneuver fisik dengan cerdik. Melaui gerakan tubuh pula individu dapat
berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya, mengingat dan memproses setiap
informasi yang diterimanya. Kecerdasan ini dapat terlihat pada koreografer,
penari, pemanjat tebing.
5. Kecerdasan Musikal
Kememungkinkan individu menciptakan,
mengkomunikasikan dan memahami makna yang dihasilkan oleh suara. Komponen inti
dalam pemprosesan informasi meliputi pitch, ritme dan timbre. Terlihat pada
komposer, konduktor, teknisi audio, mereka yang kompeten pada musik
instrumentalia dan akustik.
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal merupakan
kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya.
Kecerdasan tersebut menuntun individu untuk melihat berbagai fenomena dari
sudut pandang orang lain, agar dapat memahami bagaimana mereka melihat dan
merasakan. Sehingga terbentuk kemampuan yang bagus dalam mengorganisasikan orang,
menjalin kerjasama dengan orang lain ataupun menjaga kesatuan suatu kelompok.
Kemampuan tersebut ditunjang dengan bahasa verbal dan non-verbal untuk membuka
saluran komunikasi dengan orang lain.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal tergantung
pada proses dasar yang memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan
tepat perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan
bertingkah laku tepat sesuai pembedaan tersebut. Kecerdasan ini memungkinkan
individu untuk membangun model mental mereka yang akurat, dan menggambarkan
beberapa model untuk membuat keputusan yang baik dalam hidup mereka.
D.
Usaha Guru
Membantu Siswa Dalam Belajar Sesuai Dalam Belajar Sesuai Dengan Potensinya
Guru
berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang
dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas
perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu siswa akan tumbuh dan
berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
Siswa
adalah individu yang unik. Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun
secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya
mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di
samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. Irama
perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut
guru harus berperan sebagai pembimbing.Seorang guru tidak dapat memaksa agar
siswanya menjadi ”itu” atau menjadi ”ini”. Tugas guru adalah menjaga,
mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan
potensi, minat dan bakatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Soemanto,
Wasty. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
http://indahnovitasari2233.wordpress.com/tugas-kuliah/bahasa-indonesia/peran-guru-dalam-membimbing-belajar-siswa/

2 komentar:
IMAM MAHDI MENYERU:
BENTUKLAH PASUKAN FI SABILILLAH DISETIAP DESA
SAMBUTLAH UNDANGAN GUBERNUR MILITER ISLAM
Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.
Firman Allah: at-Taubah 38, 39
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Firman Allah: al-Anfal 39
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.
Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.
Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH
Firman Allah: al-Hajj 39, 40
Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah
Firman Allah: an-Nisa 75
Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)
Firman Allah: at-Taubah 36, 73
Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.
Firman Allah: at-Taubah 29,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..
Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.
Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu
Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)
Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.
301. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam
302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
- ahli segala macam pertempuran
- ahli Membunuh secara cepat
- ahli Bela diri jarak dekat
- Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan
303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
- Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
- Ahli Pembuat BOM / Racun
- Ahli Sandera
- Ahli Sabotase
304. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam
305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
- ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
- Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
- Ahli enkripsi cryptographi
- Ahli Satelit / Nuklir
- Ahli Pembuat infra merah / Radar
- Ahli Membuat Virus Death
- Ahli infiltrasi Sistem Pakar
email : seleksidim@yandex.com atau
email : angsahitam@inbox.com
WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
Bismillahir Rahmanir Rahiim
MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
NOMOR : 1436H-RAJAB-02
PETA ASAL WILAYAH
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu,
Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.
Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah
Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
laita alaa aali Ibroohiim ,
wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.
Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
Maurake
2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.
3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
Ummat Islam Akhir Zaman)
4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)
Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.
Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.
Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.
Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.
Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
(Qs. At-Thalaq :8)
Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)
Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)
Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)
Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)
..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)
PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
angsahitam@inbox.com
Posting Komentar